Khidmat dan Bersahaja: Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

By Syarif H 05 Okt 2026, 07:37:43 WIB Kegiatan Sekolah

Khidmat dan Bersahaja: Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di SMAN 1 Ngimbang Sekolah Taruna Tahfidzul Qur'an

Ngimbang, Lamongan — Tanggal 1 Oktober selalu memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia sebagai momentum mengenang kembali sejarah serta meneguhkan kembali kesetiaan kepada ideologi negara. Suasana khidmat dan penuh kedisiplinan tampak menyelimuti halaman utama SMA Negeri 1 Ngimbang Sekolah Taruna Tahfidzul Qur'an saat menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.

 

Upacara yang dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan sekolah, dewan guru, staf, serta seluruh peserta didik berkarakter taruna. Dengan mengenakan pakaian seragam yang rapi dan atribut ketarunaan yang lengkap, para peserta upacara berbaris dengan tegap dan tertib.

 

Rangkaian Upacara yang Penuh Jiwa Nasionalisme

Bertindak selaku pembina upacara, kepala sekolah SMAN 1 Ngimbang Sekolah Taruna Tahfidzul Qur'an memimpin jalannya barisan dengan penuh wibawa. Rangkaian upacara berlangsung khidmat, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi, pembacaan teks Pancasila, hingga pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

 

Puncak kekhidmatan terasa saat naskah Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dibacakan di hadapan seluruh peserta upacara. Ikrar tersebut menegaskan tekad bulat seluruh warga sekolah untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan demi memperjuangkan, menegakkan kebenaran, dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Menanamkan Nilai Pancasila dan Karakter Taruna

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat penting bagi generasi muda—khususnya para taruna dan santri—bahwa persatuan bangsa lahir dari pengorbanan besar para pendahulu.

 

"Pancasila adalah pemersatu bangsa yang majemuk. Sebagai pelajar berkarakter taruna dan tahfidzul qur'an, nilai-nilai luhur Pancasila harus terimplementasi dalam kedisiplinan sehari-hari, kepedulian sosial, serta semangat bela negara yang selaras dengan nilai-nilai agama," tegasnya dalam amanat.

Kombinasi antara pendidikan karakter ketarunaan, nilai-nilai keagamaan, dan wawasan kebangsaan di SMAN 1 Ngimbang Sekolah Taruna Tahfidzul Qur'an dinilai menjadi benteng yang kuat dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif serta perpecahan.

 

Refleksi dan Harapan Menuju Indonesia Emas

Upacara ditutup dengan doa bersama agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, kekuatan, serta dijauhkan dari segala ancaman yang merusak persatuan. Kehadiran para taruna yang disiplin dan penuh semangat nasionalisme menjadi simbol harapan baru bahwa estafet kepemimpinan bangsa di masa depan berada di tangan generasi yang tidak hanya cerdas dan religius, tetapi juga memiliki cinta tanah air yang tinggi.

 

Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Ngimbang Sekolah Taruna Tahfidzul Qur'an kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak kader-kader bangsa yang berintegritas, tangguh, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Al-Qur'an.

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment