Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Ngimbang

By Syarif H 25 Feb 2026, 08:08:34 WIB Kegiatan Sekolah
Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Ngimbang

Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H di SMAN 1 Ngimbang

NGIMBANG – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada awal tahun 2026 ini, suasana di SMA Negeri 1 Ngimbang tampak berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk teriakan di lapangan basket atau diskusi berat di laboratorium sains. Sebaliknya, koridor sekolah dipenuhi dengan lantunan ayat suci dan derap langkah siswa menuju masjid sekolah.

SMA Negeri 1 Ngimbang kembali menyelenggarakan agenda tahunan Pesantren Kilat. Program ini dirancang bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban kurikulum, melainkan sebagai wadah penguatan karakter dan spiritualitas siswa di tengah gempuran era digital.


Mengawali Hari dengan Cahaya Dhuha dan Tadarrus

Setiap pagi, sebelum matahari meninggi, seluruh siswa sudah berkumpul dengan pakaian busana muslim yang rapi. Kegiatan dimulai dengan Sholat Dhuha berjamaah. Ini bukan sekadar ritual, melainkan latihan bagi para siswa untuk mengetuk pintu rezeki dan keberkahan ilmu sejak dini.

Setelah zikir bersama, suasana menjadi syahdu dengan kegiatan Tadarrus Al-Qur'an. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil (halaqah) untuk mengaji bersama.

"Kami ingin Al-Qur'an bukan hanya jadi pajangan di rak buku rumah, tapi benar-benar mengalir dalam napas keseharian siswa," ujar salah satu guru pembimbing agama di SMAN 1 Ngimbang.

 


Bedah Kitab: Menata Adab dan Memantapkan Ibadah

Yang menarik dari Pesantren Kilat tahun 2026 ini adalah pendalaman literatur klasik atau "Kitab Kuning" yang dikemas secara relevan untuk remaja. Ada dua fokus utama dalam kajian tahun ini:

1. Kitab Ta'lim al-Muta'allim (Etika Menuntut Ilmu)

Di zaman di mana informasi bisa didapat dalam satu klik, adab seringkali terlupakan. Melalui kajian kitab Ta'lim al-Muta'allim, siswa diajarkan:

  • Bagaimana menghormati guru sebagai sumber keberkahan ilmu.

  • Cara memilih teman yang membawa pengaruh positif.

  • Pentingnya niat yang tulus dalam belajar, bukan sekadar mengejar nilai angka.

2. Kitab Mabadi’ul Fiqhiyyah (Dasar-Dasar Fiqih)

Ibadah yang diterima adalah ibadah yang benar sesuai syariat. Dalam sesi ini, siswa mengupas tuntas kitab Mabadi’ul Fiqhiyyah, mulai dari:

  • Tata cara thaharah (bersuci) yang sempurna.

  • Syarat dan rukun sholat yang seringkali dianggap remeh namun krusial.

  • Hal-hal praktis mengenai puasa Ramadhan agar tidak sekadar mendapat lapar dan dahaga.


Lebih dari Sekadar Teori

Meskipun yang dipelajari adalah kitab-kitab klasik, metode penyampaiannya tetap adaptif. Para pemateri seringkali menyisipkan dialog interaktif dan studi kasus yang sering dialami remaja masa kini. Hal ini membuat siswa SMAN 1 Ngimbang menyadari bahwa hukum Islam bersifat sholihun likulli zaman wal makan (sesuai untuk setiap zaman dan tempat).

Melalui kegiatan Pesantren Kilat ini, diharapkan siswa SMA Negeri 1 Ngimbang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan ketajaman akhlak yang menjadi bekal utama mereka di masa depan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment