PUISI MISTERI RINDU NEGERIKU
MISTERI RINDU NEGERIKU
Karya: Yasika Citra Maulan
Arunika menggelayut di balik awan putih
Mentari yang kuanggap indah
Hanya sekadar menghampiri
Dimana letak elokmu yang dulu?
Lentera hatiku memanggil
Tergores!
Pecah!
Hancur!
Aku hanya bisa berandai
Di antara fatamorgana kehidupan
Apakah ini pergi begitu saja?
Atau bahkan fana?
Bangsa ini kaya budaya
Berbagai khas, corak, keberagaman
Toleransi dan perbedaan
Mengapa tidak kita pertahankan?
Mengapa!
Tabuh genderang gamelan
Sayup desir gerak tari
Bena-bena sastra dalam debar jantung
Tetiba atma ini terperangkap
Semua orang bergemuruh
Dengan kalbu yang seakan membeku
Andai tongkat ajaib
Bisa kudapatkan
Akan kurombak dan empaskan
Tikus berserakan
Hancurnya keastian negeriku
Karena ulah dan tak terapkannya
Sila ke limaku
Wahai pelita bangsa
Bangunlah!
Lihatlah negeri kita
Angkatlah tanganmu
Tunjukan simpatikimu
Meskipun belantara mengganggu
Tetapi ingat
Kita tumbuh, kita dewasa
Dalam negeri ini bita tidak boleh gegabah
Bianglald sudah menunggu kita
Ayolah!
Saatnya kita tunjukkan
Bahwa kita bisa
Glosarium
- Arunika: Pemandangan saat matahari terbit
- Lentera: Lampu kecil bertutup kaca
- Fatamorgana: Hal yang bersifat khayal
- Genderang: Gendang besar
- Desir: Tiruan tiupan bunyi angin
- Bena: Menarik untuk diperhatikan
- Atma: Jiwa
- Bergemuruh: Berbunyi gemuruh
- Simpatik: Bersifat membangkitkan rasa simpati
- Bianglala: Pelangi