SEMARAK LOMBA DALAM RANGKA ISRA MIRAJ

By Syarif H 02 Feb 2026, 11:28:05 WIB Kegiatan Osis
SEMARAK LOMBA DALAM RANGKA ISRA MIRAJ

SEMARAK LOMBA DALAM RANGKA ISRA’ MI’RAJ DI SMA NEGERI 1 NGIMBANG

Suasana religius menyelimuti SMAN 1 Ngimbang sepanjang pekan ini. Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW SMAN 1 Ngimbang mengadakan SEMARAK LOMBA PILDAI DAN KALIGRAFI yang telah dilaksanakan pada tanggal 13-14 Januari 2026 dengan puncaknya pada 15 januari 2026.

Dimulai hari Selasa pada pukul 08:00 bertepat di Aula SMAN 1 Ngimbang, lomba Pildai dilaksanakan dengan antusias tinggi yang ditunjukkan oleh setiap siswa dan siswi perwakilan setiap kelas 10,11,dan 12, tentunya setiap peserta telah menyiapkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Tim Redaksi dari Jurnalistik SMAN 1 Ngimbang telah mewawancarai salah satu juri dari setiap lomba dan juga ketua osis mengenai beberapa hal tentang kegiatan lomba ini.

 

Bapak Moch. Muchlis Ubaidillah S.Pd atau yang akrab dengan dipanggil Pak Ubaid, selaku salah satu juri dari lomba pildai mengungkapkan bahwa secara keseluruhan peserta telah tampil dengan materi yang relevan. Menurut Beliau, kemampuan intonasi, bahasa, dan ekspresi sudah masuk kategori baik, maka dari itu peserta dinilai sangat efektif dalam menyampaikan pesan. Dan tentunya hal yang sangat mempengaruhi penilaian juri adalah ketepatan dalam pengambilan referensi dan kelancaran saat membacakan dalil (AL-Qur’an/Hadist). Beliau juga memberikan pesan dan harapan kepada siswa dan siswi agar lebih termotivasi dalam kegiatan keagamaan kedepannya. “Pohon yang berbuah saat ini tidak ditanam kemarin sore”, dengan menekankan prinsip bahwa “kesuksesan butuh proses panjang dan tidak ada kata terlambat untuk selalu dan berusaha melatih diri untuk kecakapan menyampaikan sesuatu kebaikan atau berdakwah”, ujarnya. Beliau juga berharap agar lomba-lomba keagamaan seperti ini bisa diadakan lagi sehingga dapat mengetahui dan mengasah potensi siswa dan siswi di bidang Da’i dan public speaking serta pembiasaan berbicara di depan banyak audien.

Di hari berikutnya, lomba kaligrafi dilaksanakan. Tentunya kami juga telah mewawancarai salah satu juri dari lomba kaligrafi yakni Bu Ratih Yuniastuti, S.Pd, beliau mengungkap makna dan filosofi dari kaligrafi “Kaligrafi memiliki makna sebagai sarana menumbuhkan kecintaan terhadap nilai keislaman melalui keindahan seni,juga menjadi media dakwah yang mengajak untuk memahami dan menghargai pesan spiritual yang terkandung dalam ayat atau lafadz yang ditulis”. Perlombaan kaligrafi juga melatih kesabaran dan ketelitian siswa serta konsistensi dari awal hingga akhir,setiap goresan diperhitungkan dengan baik sehingga para siswa belajar untuk tidak tergesa-gesa dan harus lebih teliti dalam bekerja.

Tentunya dalam setiap lomba memiliki nilai yang nantinya dapat dipelajari siswa dan siswi, dan di lomba kaligrafi ini siswa dan siswi mempelajari nilai kedisiplinan, ketekunan, ketelitian, tanggung jawab ,rasa menghargai proses, juga belajar nilai religius, estetika, dan sportivitas dalam berkompetisi secara sehat. Lomba kaligrafi ini juga tentunya menumbuhkan sebuah kebebasan dalam berkreativitas, hal ini mendorong siswa dan siswi untuk berpikir kreatif dan berani mengekspresikan diri melalui karya seni. Beliau juga berpesan kepada siswa dan siswi “Jadikanlah seni kaligrafi sebagai media belajar yang menyenangkan dan bernilai ibadah. Teruslah berlatih dengan penuh kesabaran, cintai prosesnya, dan jangan takut untuk berkreasi, karena setiap karya yang dibuat dengan ketulusan akan memiliki makna yang indah”, tuturnya.

Dan dihari berikutnya pada tanggal 15 januari, Istighosah dan Do’a bersama keluarga Besar Sman 1 Ngimbang diadakan sebagai penutup dari berbagai rangkaian kegiatan semarak Isra’ Mi’raj ini, yang bertempat  di aula dan masjid dengan didampingi wali kelas masing-masing dilaksanakan serentak setelah jam istirahat kedua. Kegiatan ini berhasil memadukan pengembangan bakat dakwah dan seni, SMAN 1 Ngimbang tidak hanya melahirkan siswa yang berprestasi secara kompetisi, tetapi juga memiliki kedalaman iman dan kesantunan akhlak dalam kehidupan sehari-hari, dan juga menanamkan nilai-nilai positif seperti kesabaran, ketelitian, konsentrasi, dan kepercayaan diri didepan umum, yang nantinya dapat menjadi bekal dimasa yang akan datang.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment